ada beberapa alasan saya gunakan untuk tidak menggunakan situs jejaring sosial bernama facebook:

#01: proses kuret terhadap istri saya (senin 23/04) setelah sebelumnya menginap dua hari di Rumah sakit (21/04 s.d 22/04) lalu diperbolehkan sehari setelahnya (24/04) akibat kehamilan anggur yang dialami (hamil diluar kandungan) membuat saya sedikit mellow untuk sekedar berbagi dengan teman handai taulan, biarlah itu menjadi bagian sejarah saya sebagai suami pemula (: ‘alhamdulillah saya dan keluarga pernah mengalami ini hingga saya akan lebih waspada dan aware terhadap apapun yang terjadi kelak’ terima kasih ya Robb…

#02: kekalahan Barca atas El Real di laga El Classico pada hari minggu dini hari (22/04) membuat peluang Barca mempertahankan gelar La Liga makin menipis jika tidak disebut punah mah, tinggal Copa Del Rey yang mungkin bisa diraih karena lawan yang dihadapi hanya Athletic Bilbao, namun melihat performa Bilbao di Liga Eropa nampaknya peluang ini pun hanya fifty-fifty

#03: kekalahan Barca atas Chelsea di Leg kedua Liga Champion tadi malam (25/04) memupus harapan Barca mempertahankan gelar yang direbut tahun lalu. benar-benar bukan tahun Barca! hates Madrid; tapi nampaknya ini tahun Madrid #sambil berharap Madrid kalah dari MUenchen, hahahaha….

#04: tidak lulus Test Capeg? “apakah itu membuat saya malas untuk apdet status?”  wallahu a’lam hahahaha… sekedar catatan, psikotest yang saya lakukan bukan kali pertama, karena setiap ada event lamaran kerja hal itu menjadi makanan pokok yang harus disantap; yang sudah-sudah saya gagal di tahap NON psikotest, kali ini? entahlah… I won’t remind it.

#05: belum sanggup membaca dan mengikuti status salah satu rekan yang ayahandanya mengalami serangan jantung dan harus dioperasi pada hari yang sama saat operasi untuk istri saya berlangsung; seringkali saya sensitif untuk urusan ituh, hahaha… #prayForAzunx’sDad(:

ya begitulah, pekan ini pekan yang alhamdulillah yah,.. manis asem pahitnya kehidupan terkadang tak melihat dan keadaan seseorang, kawan saya hanya berujar ”insya allah akan ada hal BESAR yang indah Tuhan rencanakan” 

AMIN

 

terlalu dini membayangkan keluarga kami akan semenarik dengan kehadiran buah hati kami yang kami tunggu, terlalu indah untuk kami bayangkan kehadirannya semarakkan keluarga kecil ini, TAPI sungguh meski ia masih dini untuk kami nanti tetapi kehadirannya membuat kehidupan kami berwarna, menguatkan cinta yang kami jaga dan jaga . . . sungguh hanya ucap syukur yang bisa kami panjatkan atas karunia ini.

Gambar

sudahlah,.. prolog yang ‘berat’ untuk saya sampaikan nampaknya tapi ya inilah yang kami hadapi, kehadirannya sungguh membuat saya lupa romantika kehidupan lain, hahaha… intinya kehamilan ini sungguh berat bagi Bunda mengingat ini kali pertama hamil tapi berbeda dengan kehamilan para tetua kami terdahulu, rasa mual, demam dan pusing seringkali hinggap, semoga perjuangan ini membawa kekuatan untuk anak kami kelak. amin

paragraf tiga: hmm,… ini tentang dua minggu jelang ulang tahunku, dan satu minggu jelang tujuh bulan perjalanan pernikahan kami,… tujuh bulan perjalanan pernikahan kami akan jatuh pada 24 bulan maret ini sementara ulang tahunku sendiri akan jatuh tepat pada hari kedua bulan depan. apa yang istimewa: this is the first time I celebrate mu b’day with a special gift [gonna b a daddy] dan alhamdulillah jika tiada aral melintang usia kandungan istriku akan menginjak usia empat bulan.. alhamdulillah ya Robb…

semoga Allah memberikan kelancaran, kesabaran, kekuatan serta keikhlasan bagi kami untuk menjalani semua ini.

this is friday

Posted: 16 March 2012 in jurnal harian
Tags: , ,

entah kenapa selepas salat jumat tadi, senyum tak lepas dari sudut bibir ini… rasa senang yang tak bisa saya jelaskan, percakapan dengan seorang kawan? ah bukan pula itu penyebabnya, atau karena ada yang ‘hilang’ dari rutinitas dua hari ini di kantor? hmm,.. mungkin juga tapi bukan itu alasan pasti kenapa hari ini full senyum :D ‘cuz this is friday?’ hari penuh berkah? SEMOGA itu alasannya, tepatnya ini hari terakhir bergelut dengan ritual pekerjaan untuk selanjutnya lepas kangen dengan istri dari calon anakku kelak, YES! dat’s the rite answer why I do happy for d’day :D

sebelum meninggalkan ‘kursi panas’ ini, saya hanya ingin bercerita sedikit hal tentang apa yang ingin saya ceritakan, hahaha… [maksud luuuu... #sambil lempar bola mata]…

#01 tak dipungkiri kebahagiaan dari mula pernikahan yang saya jalani adalah bahwa akan ada seorang duplikat dari saya yang sekarang berdiam di persemayam hangat bundanya [semoga engkau disana selalu sehat dan kuat nak,...]

#02  welcome to thirty club, awww… am gonna go into this club next month . . . tidak ada yang spesial dengan ulang tahun awal bulan depan karena biasanypun tidak ada selebrasi spesial TAPI mendapati keadaan bahwa akan ada ‘junior’ tak bisa dipungkiri menjadi hadiah terindah untuk saya saat ini disamping . . . [dat's my turn point too] semoga… :D

#03 saya bersyukur untu(n)k bertemu dengan manusia hebat [dizamanyah] yang bisa mengimbangi sifat labil dalam ke’manusiaan’ saya, hehehe… pertama dan yang paling adalah istri saya yang selalu siap dengan segala ketidakjelasan hidup yang menimpa saya, hehehe… selanjutnya ada kawan dari Borneo yang dalam kondisi apapun tetep setia dengan gaya cool-nya, hahaha…. jadi we c guwe gag ikut makin stress [maksutnyaaaaa.... #sambilAcunginGolok], next ada tetangga meja saya, Mr Hadrian dengan sikap ke-kakek-anya bikin saya tidak makin terjerumus dalam pikiran sesat kala menghadapi trouble terkait mahluk-mahluk penyetor, hahaha… oia untuk Bapak Echa pun saya haturkan terimakasih karena masih eksis dengan segala ‘ketidak sengajaan’ yang terencana alias ‘semoga’ lah, hahaha… [you rock it mannnn....] don’t forget bout d dream! amin  

ya begitulah, menjelang berkurang umur, saya merasa Allah masih sayang dengan saya, semoga sayang itu tak lantas membuat saya lupa untuk bersyukur . . . alhamdulillah ya Allah untuk nikmat yang telah Engkau berikan.

jika semua berjalan normal dan sesuai rencana, rasanya jadual untuk berkunjung ke rumah abah na Ipay segera menjadi nyata, bertemu dengan abang yang satu itu bisa segera dilaksanakan, doakan sayaaaaa… hahaha….

 

 

 

black friday #hatesThisDay

Posted: 13 January 2012 in Tak Berkategori

what makes U sad?
what makes U cry?
what makes U GALAU?

sebagai seorang manusia yang tak luput dari salah dan khilaf, tentunya sangat manusiawi jika perasaan sedih tiba-tiba datang menerjang hanya akibat salah paham yang terjadi setitik, perasaan bersalah bisa menjadi membesar hanya karena khawatir orang yang anda cintai terluka; galau bisa sangat mengganggu jika langkah kaki anda berjalan bersama dengan gontainya emosi yang belum mereda.

hari ini, januari 13, 2012 . . .
untuk kali pertama rintik hujan pagi tadi seolah menjadi gulungan ombak yang tajam menerjang, dinginnya udara pagi semakin dingin dengan makin menebalnya tumpukan es dalam hati yang membeku . . . o tuhan, maafkan aku yang membuat hari ini terasa lebih dingin . . .

bisa jadi ini hanya ujian –dan betul ini ujian– karenanya aku berharap pada Engkau yang maha memberi kelekuasaan hati ‘semoga engkau lelehkan es yang tiba-tiba membeku dihati’; ‘semoga engkau sematkan pelita untuk hati yang sedang padam ini’ karena Engkau sungguh sebenarnya yang maha mengetahui maksud hatiku.

untuk seseorang yang hangat dihatiku; kuucapkan:
terima kasih untuk membuatku selalu bersyukur atas apa yang Dia beri, meski ini tak selalu sesuai harap tapi aku tahu ini yang terbaik untuk menumbuhkan kemanusiaanku yang mungkin sempat tenggelam dalam remangnya kehidupan, untukmu dan dia yang kau pelihara ‘AKU SELALU UNTUKMU’

Entah setan apa yang sedang merasuki pikiran dan raga ini; hari ini berlangsung seperti sebuah kubangan Lumpur! Dimana-mana yang ada dan dilihat nampak hitam; semua ucapan yang terdengar ditelinga ini nampak seperti klakson mobil tua yang menjengkelkan, bertemu dengan mereka yang berbicara dan bertingkah seolah tanah ini negeri mereka makin membuat mata tangan dan mulut ini ingin menyampaikan ‘HEI… DIAM!” kepada mereka! Menjengkelkan.

Whaddap?
today’s my pass’s still have no its light!
So, I get my worst day TODAY!


……………….

MENGAKSES ZONA IKHLAS

Posted: 6 December 2011 in Tak Berkategori

satu lagi oleh-oleh untuk sore hari ini:


Untuk memasuki Zona Ikhlas, diperlukan brainwave management atau pengaturan gelombang otak agar mendapatkan gelombang yang sesuai dengan gelombang di Zona Ikhlas tersebut. Bila dlrekam dengan alat perekam gelombang otak, EEG (elektroensefalogram), otak terlihat memancarkan gelombang sesuai kondisi jiwa seseorang. Gelombang tersebut dibagi menjadi:

Beta (14—i0oHz): kita berada dalam kondisi sadar penuh, konsentrasi, otak didominasi logika.

Alpha (8-13,9Hz): kondlsl relaks, lstlrahat, nyaman, medltatli

Theta (4—;9Hz): kondlsl medltatif yang leblh dalam, khusyuk, domlnasl

Delta (o,1—3,9Hz): kondlsl tldur lelap tanpa mimpl, tldak sadar; tidak merasakan punya badan.

Dari keempat gelombang otak tersbut, Alpha dan Theta merupakan plntu masuk ke bawah sadar (dunia kuantum) dI mana Zona Ikhlas Itu terletak. Untuk mencapal gelombang Alpha dan Theta, dijelaskan otak perlu diistirahatkan dengan cara relaksasl atau medltasi. Caranya, dengan menstimulir panca Indra kIta. Untuk Indra peraba, bisa dilakukan pemijatan, sedangkan untuk Indra penglihatan kita melakukannya dengan melihat dan menikmati keindahan. Sementra untuk Indra pengecapan, bisa dilakukan dengan berpuasa, Indra penciuman bisa di lakukan dengan aromaterapi, serta Indra pendengaran, kita bisa melakukannya dengan mendengarkan irama alam atau metode terapi musik.

Begitu kita merasakan relaks, nyaman, dan perasaan-perasaan positif Iainnya, Itu artinya otak kita. sedang dipenuhi gelombang Alpha. Inilah saat yang tepat bagi kita untuk membersihkan pikiran dan perasaan negatif, trauma atau memori yang tersimpan di bawah sadar dan menggantikannya dengan semua hal yang posltlf sehingga tercapailah kondisl ikhlas itu.

Tanda-tanda kelkhlasan itu adalah kalau kita sudah mampu mengubah perasaan negative tersebut menjadl perasaan nyaman, damai, cinta, syukur dan bahagia. Brainwave management juga bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi terkini, yaitu audio brainwave, yang kini sudah mu|ai banyak digunakan. Ini adalah teknologi digital yang dapat memudahkan penggunanya memasuki gelombang Alpha atau Theta secara otomatis melalul suara atau musik. Suara atau musik itu direkam dalam sebuah compact dlsc (CD) dan disisipi frekuensi tertentu yang akan melakukan slnkronisasi dengan gelombang otak penggunanya sehingga tercapailah kondlsi relaks atau meditatif yang diinginkan. “Jika menerapkan Ikhlas sudah menjadi suatu kebiasaan, maka jangan heran jlka hasil akhirnya adalah hidup yang tidak hanya penuh kedamaian dan kasih sayang, tapi juga kemudahan dan berbagai keajaiban,”

Hikmah dibalik musibah

Posted: 6 December 2011 in Tak Berkategori

sedang bingung mencari hiburan diri yang benar-benar menghibur; ini adalah copas full dari blog tetangga; selama bermanfaat, semoga sang penulis aselinya ikhlas (:

….

Musibah. Pada dasarnya merupakan sesuatu yang begitu akrab dengan kehidupan kita. Adakah orang yang tidak pernah mendapatkan musibah? Tentu tak ada. Musibah adalah salah satu bentuk ujian yang diberikan Allah kepada manusia. la adalah sunnatullah yang berlaku atas para hamba-Nya. la bukan berlaku pada orang-orang yang lalai dan jauh dari nilai-nilai agama saja. Namun ia juga menimpa orang-orang mukmin dan orang-orang yang bertakwa. Bahkan, semakin tinggi kedudukan seorang hamba di sisi Allah, maka semakin berat ujian dan cobaan yang diberikan Allah  kepadanya. Karena Dia akan menguji keimanan dan ketabahan hamba yang dicintai-Nya.

Sebagai contoh, bangsa kita tercinta sekarang ini sedang dirundung dan didera dengan berbagai musibah, mulai dari gelombang tsunami, lumpur lapindo, flu burung, busung lapar, gizi buruk, harga melonjak ditambah seabreg permasalahan nasional yang tak kunjung teratasi, akan tetapi sayangnya sedikit yang bisa mengambil hikmah dari musibah yang sedang kita derita. Ujian yang semestinya mendongkrak kualitas keimanan dan mengantar pada keberkahan temyata sering membawa kepada murka Allah. Tak lain karena orang yang terkena musibah tak mampu bersikap benar saat menghadapinya.
Sesungguhnya di balik musibah itu terdapat hikmah dan pelajaran yang banyak bagi mereka yang bersabar dan menyerahkan semuanya kepada Allah  yang telah mentakdirkan itu semua untuk hamba-Nya, diantara hikmah yang bisa kita petik antara lain adalah:

1. Musibah akan mendidik jiwa dan menyucikannya dari dosa dan kemaksiatan.

Allah Ta’ala berfirman:
وَمَآأَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَن كَثِيرٍ ( الشورى: 30)
artinya, “Apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS asy Syura: 30)

Dalam ayat ini terdapat kabar gembira sekaligus ancaman jika kita mengetahui bahwa musibah yang kita alami adalah merupakan hukuman atas dosa-dosa kita. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu bahwa Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: ”Tidak ada penyakit, kesedihan dan bahaya yang menimpa seorang mukmin hinggga duri yang menusuknya melain-kan Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahannya dengan semua itu.” (HR. Bukhari)

Dalam hadits lain beliau bersabda:“Cobaan senantiasa akan menimpa seorang mukmin, keluarga, harta dan anaknya hingga dia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai dosa.”
Sebagian ulama salaf berkata, “Kalau bukan karena musibah-musibah yang kita alami di dunia, niscaya kita akan datang di hari kiamat dalam keadaan pailit.”

2. Mendapatkan kebahagiaan (pahala) tak terhingga di akhirat.

Itu merupakan balasan dari musibah yang diderita oleh seorang hamba sewaktu di dunia, sebab kegetiran hidup yang dirasakan seorang hamba ketika di dunia akan berubah menjadi kenikmatan di akhirat dan sebaliknya. Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, ”Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.”

Dan dalam hadits lain disebutkan, ”Kematian adalah hiburan bagi orang beriman.” (HR .Ibnu Abi ad Dunya dengan sanad hasan).

3. Sebagai parameter kesabaran seorang hamba.

Sebagaimana dituturkan, bahwa seandainya tidak ada ujian maka tidak akan tampak keutamaan sabar. Apabila ada kesabaran maka akan muncul segala macam kebaikan yang menyertainya, namun jika tidak ada kesabaran maka akan lenyap pula kebaikan itu.

Anas Radhiallaahu anhu meriwayatkan sebuah hadits secara marfu’, “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung pada besarnya cobaan. Jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan mengujinya dengan cobaan. Barang siapa yang ridha atas cobaan tersebut maka dia mendapat keridhaan Allah dan barang siapa yang berkeluh kesah (marah) maka ia akan mendapat murka Allah.”

Apabila seorang hamba bersabar dan imannya tetap tegar maka akan ditulis namanya dalam daftar orang-orang yang sabar. Apabila kesabaran itu memunculkan sikap ridha maka ia akan ditulis dalam daftar orang-orang yang ridha. Dan jikalau memunculkan pujian dan syukur kepada Allah maka dia akan ditulis namanya bersama-sama orang yang bersyukur. Jika Allah mengaruniai sikap sabar dan syukur kepada seorang hamba maka setiap ketetapan Allah yang berlaku padanya akan menjadi baik semuanya.

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, “Sungguh menakjubkan kondisi seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya. Jika memperoleh kelapangan lalu ia bersyukur maka itu adalah baik baginya. Dan jika ditimpa kesempitan lalu ia bersabar maka itupun baik baginya (juga).”

4- Dapat memurnikan tauhid dan menautkan hati kepada Allah.

Wahab bin Munabbih berkata, “Allah menurunkan cobaan supaya hamba memanjatkan do’a dengan sebab bala’ itu.”
Dalam surat Fushilat ayat 51 Allah berfirman,
وَإِذَآ أَنْعَمْنَا عَلَى اْلإِنسَانِ أَعْرَضَ وَنَئَا بِجَانِبِهِ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ فَذُو دُعَآءٍ عَرِيضٍ (فصلت:51 )
artinya, “Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka maka ia banyak berdo’a.”

Musibah dapat menyebabkan seorang hamba berdoa dengan sungguh-sungguh, tawakkal dan ikhlas dalam memohon. Dengan kembali kepada Allah (inabah) seorang hamba akan merasakan manisnya iman, yang lebih nikmat dari lenyapnya penyakit yang diderita. Apabila seseorang ditimpa musibah baik berupa kefakiran, penyakit dan lainnya maka hendaknya hanya berdo’a dan memohon pertolongan kepada Allah saja sebagiamana dilakukan oleh Nabi Ayyub ‘Alaihis Salam yang berdoa, “Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Rabbnya, ”(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. (QS. Al Anbiyaa :83)

5. Memunculkan berbagai macam ibadah yang menyertainya.

Di antara ibadah yang muncul adalah ibadah hati berupa khasyyah (rasa takut) kepada Allah. Berapa banyak musibah yang menyebabkan seorang hamba menjadi istiqamah dalam agamanya, berlari mendekat kepada Allah menjauhkan diri dari kesesatan.
6. Dapat mengikis sikap sombong, ujub dan besar kepala.

Jika seorang hamba kondisinya serba baik dan tak pernah ditimpa musibah maka biasanya ia akan bertindak melampaui batas, lupa awal kejadiannya dan lupa tujuan akhir dari kehidupannya. Akan tetapi ketika ia ditimpa sakit, mengeluarkan berbagai kotoran, bau tak sedap,dahak dan terpaksa harus lapar, kesakitan bahkan mati, maka ia tak mampu memberi manfaat dan menolak bahaya dari dirinya. Dia tak akan mampu menguasai kematian, terkadang ia ingin mengetahui sesuatu tetapi tak kuasa, ingin mengingat sesuatu namun tetap saja lupa. Tak ada yang dapat ia lakukan untuk dirinya, demikian pula orang lain tak mampu berbuat apa-apa untuk menolongnya. Maka apakah pantas baginya menyombongkan diri di hadapan Allah dan sesama manusia?

7. Memperkuat harapan (raja’) kepada Allah.

Harapan atau raja’ merupakan ibadah yang sangat utama, karena menyebabkan seorang hamba hatinya tertambat kepada Allah dengan kuat. Apalagi orang yang terkena musibah besar, maka dalam kondisi seperti ini satu-satunya yang jadi tumpuan harapan hanyalah Allah semata, sehingga ia mengadu: “Ya Allah tak ada lagi harapan untuk keluar dari bencana ini kecuali hanya kepada-Mu.” Dan banyak terbukti ketika seseorang dalam keadaan kritis, ketika para dokter sudah angkat tangan namun dengan permohonan yang sungguh-sungguh kepada Allah ia dapat sembuh dan sehat kembali. Dan ibadah raja’ ini tak akan bisa terwujud dengan utuh dan sempurna jika seseorang tidak dalam keadaan kritis.

8. Merupakan indikasi bahwa Allah menghendaki kebaikan.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah secara marfu’ bahwa Rasulullah n bersabda, ”Barang siapa yang dikehen-daki oleh Allah kebaikan maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya.” (HR al Bukhari). Seorang mukmin meskipun hidupnya sarat dengan ujian dan musibah namun hati dan jiwanya tetap sehat.

9. Allah tetap menulis pahala kebaikan yang biasa dilakukan oleh orang yang sakit.

Meskipun ia tidak lagi dapat melakukannya atau dapat melakukan namun tidak dengan sem-purna. Hal ini dikarenakan seandainya ia tidak terhalang sakit tentu ia akan tetap melakukan kebajikan tersebut, maka sakinya tidaklah menghalangi pahala meskipun menghalanginya untuk melakukan amalan. Hal ini akan terus berlanjut selagi dia (orang yang sakit) masih dalam niat atau janji untuk terus melakukan kebaikan tersebut. Dari Abdullah bin Amr dari Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam, ”Tidak seorangpun yang ditimpa bala pada jasadnya melainkan Allah memerintah-kan kepada para malaikat untuk menjaganya, Allah berfirman kepada malaikat itu, “Tulislah untuk hamba-Ku siang dan malam amal shaleh yang (biasa) ia kerjakan selama ia masih dalam perjanjian denganKu.” (HR. Imam Ahmad dalam Musnadnya)

12. Dengan adanya musibah seseorang akan mengetahui betapa besarnya nikmat keselamatan dan ‘afiyah

Jika seseorang selalu dalam keadaan senang dan sehat maka ia tidak akan mengetahui derita orang yang tertimpa cobaan dan kesusahan, dan ia tidak akan tahu pula besarnya nikmat yang ia peroleh. Maka ketika seorang hamba terkena musibah, diharapkan agar ia bisa betapa mahalnya nikmat yang selama ini ia terima dari Allah .

Hendaknya seorang hamba bersabar dan memuji Allah ketika tertimpa musibah, sebab walaupun ia sedang terkena musibah sesungguhnya masih ada orang yang lebih susah darinya, dan jika tertimpa kefakiran maka pasti ada yang lebih fakir lagi. Hendaknya ia melihat musibah yang sedang diterimanya dengan keridhaan dan kesabaran serta berserah diri kepada Allah Dzat yang telah mentakdirkan musibah itu untuknya sebagai ujian atas keimanan dan kesabarannya.
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menukil ucapan ‘Ali bin Abu Thalib radhiallahu ‘anhu: “Tidaklah turun musibah kecuali dengan sebab dosa dan tidaklah musibah diangkat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kecuali dengan bertobat.” (Al-Jawabul Kafi hal. 118)
Oleh karena itulah marilah kita kembali kepada Allah dengan bertaubat dari segala dosa dan khilaf serta menginstropeksi diri kita masing-masing, apakah kita termasuk orang yang terkena musibah sebagai cobaan dan ujian keimanan kita ataukah termasuk mereka- wal’iyadzubillah- yang sedang disiksa dan dimurkai oleh Allah karena kita tidak mau beribadah dan banyak melanggar larangan-larangan-Nya.

Refrensi:
- Min fawaidil maradh – Darul Wathan

kado kecil ini . . .

Posted: 1 December 2011 in Tak Berkategori

Sedang mencari ide yang representatif tentang sobat saya; daripada pusing berpikir bagaimana harus kumaha; nampaknya berkata apa adanya is better; rite? Hehehe…

saya harus garis bawahi sebelumnya bahwa ini bukan kisah manis tentang dua anak manusia yang sedang berkasih-kasih karena kami sudah sama-sama laku; hahaha… ini tentang catatan kecil saya mengenalnya; meski tidak banyak hal yang bisa gali tentangnya namun tulisan ini saya jadikan oleh-oleh kecil tanda persahabatan saya dengannya.

Dimulai saat sama-sama berlibur di pulau dewata beserta rombongan lain di tahun 2010 –jika saya tidak lupa- , ia menjadi salah satu teman perjalanan yang asyik. Meski dalam liburan tersebut kami memiliki jalur yang berbeda saat mengunjungi kawasan wisata; namun selalu setiap momen-momen aneh dia ada; hahahha.. momen aneh?

Saat santap siang di Café dekat Garuda Whisnu Kencana bertengger dengan kokoh; ia ada disamping saya ketika sesi narsis dimulai, tepatnya sesi narsis pakai kacamata hitam!! Olalala… sebagai manusia yang tidak gandrung dengan kacamata, saya amat kelabakan saat itu, hahaha… untungnya dia ada disitu, dan dengan ‘ikhlasnya’ dia menyodorkan kacamata itu ke saya, (ikhlas atau ingin lihat sayah dengan new style? Dia tidak tahu bahwa…) ‘O my God’… U know dat’s my first experience to use glasses in my life! Sumpeh… hahahha… dan hasilnya? Bisa ditebak! (silakan bayangkan saja seorang pemakai kacamata hitam dengan itek ditangan ;)

Momen selanjutnya adalah saat delay ketika mau pulang kebali ke Bandung di Bandara Ngurah Rai, kami banyak berbincang soal kerjaan; sedikit menyinggung personal dan ngacaprak ajah.. hehehe.. akhirnya pesawat datang seiring dia selesai berbalas es em es dengan kekasihnya diujung handphone, nah lho,… lha,.. emang napa #gaya malih tong-tong

Setelah kembali beraktifitas seperti biasa di kantor, tak banyak yang kami bicarakan selain say hello ajah; namun perkembangannya makin serius ketika saya dalam posisi yang serba tidak enak ditempat kerja; dia menjadi pendengar yang baik yang mampu memberikan advise positif tentang solusi yang baik; pun sebaliknya ketika ia sedang di posisi yang berat kala menghadapi salah satu even terbesarnya; U know what I mean according to the biggest moment woman ever.. ‘Marriage’… and U know tidak; mun salah satu momen (lagi-lagi saya ketemu momen yang aneh dengan dia; saat saya harus menjadi orang yang didepannya ketika berangkat ke daerah dago dengan tujuan awal mau pergi ke pameran buku di Braga, bukan soal Dago, maupun pameran buku melainkan soal MIOooooooooooooooooooo………… ya.. untuk kali pertama saya kudu pake motor di Bandung! Bawa cewek pula,…Wewww… –lagi-lagi momen pertamakali saya dapat ketika bareng dia—hahaha… rasanya? Tanya saja,… hahaha…

Momen kacamata, sudah,… momen bawa mio, sudah… apalagi ya?… hmm,,… oia, saya pun berkesempatan hadir saat ia memutuskan berganti status di KTP, tanggalnya saya lupa; di foto pun tidak  –saat itu photografernya lagi ngumpet di tempat prasmanan kali ya…– momen yang didapat kala berjabat tangan ucapkan ‘selamat’ adalah betapa genggaman tanagan itu penuh arti; entah ungkapan terima kasih atas kedatangan saya atau ang lain; namun jelas ia senang saya datang bersama calon istri saya saat itu. Sumpah,.. saya merasakan genggaman itu begitu ikhlas dan thankful…

Bulan demi bulan telah berlalu, kini tahun segera akan berganti,… saya ingin mengucapkan ‘terima kasih untuk hal-hal menyenangkan yang saya terima baik berbentuk advise positive maupun sapa hangat kala suntuk di kantor, satu lagi Mug hadiah pernikahan yang lucu dan –katanya—sangat apa gitu istilah na tehnyak,.. hehehe…

Harapan saya, semoga ini menjadi kado kecil untuk persahabatan yang semoga berlanjut dikehidupan mendatang, bertetangga atau anak-anak kita satu sekolah, kampus atau . . . ah saya tidak mau membayangkannya dulu, hahahaha…

‘selamat sore buat Nirmala Nurfauzia, salam dari saya dan istri, sampaikan pula buat Aa Ali’ semoga hari ini esok dan yang akan datang, kita semua selalu berada dalam lindungan-Nya, amin . . .

pelajaran terakhir #plaksss

Posted: 1 December 2011 in Tak Berkategori

blessing in disguise

substance

farwell

cover

adalah beberapa hal yang saat ini sedang bermain-main di kepala saya terkait kejadian tempo hari (Rabu, 30/11/2011); tentang sebuah aroma akhir kisah sebuah pertemuan. ini bukan perpisahan biasa. sebuah perpisahan yang (menurut saya) amat sesuatu; hahaha…

saya ingin bercerita sedikit –tapi ini bukan substansi sesungguhnya– ada hal lain yang lebih penting dari ini sebetulnya; tetapi ya, itu tadi; kadang kita butuh hal remeh temeh untuk sesuatu yang jauh lebih penting; dat’s why I love to quote ”don’t judge the book from its cover“; hehehe…

begini . . .

saya tanpa saya sadari seringkali mengikuti pola yang jamak yang biasa orang lain lakukan –mungkin akibat konsumsi berlebih audio visual yang media berikan– dalam menyikapi sesuatu; dan kemarin saya dengan kepolosan saya (kata halus dari bodoh; hahahaha) mencoba menerka dan membayangkan apa yang bakal terjadi sesuai yang saya lihat dalam frame berpikir saya mengacu ke sesuatu yang jamak terjadi. –dat’s my foul I mean– tentang apa? tentang farewell…

menurut referensi novel picisan yang pernah saya baca; audio visual yang pernah saya dengar dan lihat serta pengalaman bodoh yang pernah saya temui; tema yang biasa diangkat dalam kisah farewell adalah melankolis; it means sad (coz cryin’ is not allow in man’s rule; hahahahaha) tapiiiiiiiiiiii….. ada yang beda dengan farewell kemarin. what’s dat?

setelah tubuh ini bereaksi berlebih dengan tidak bisa beraktifitas secara maksimal; semisal susah tidur; sulit makan dan berpikir logis; selama dua hari sebelum farewell terjadi; akhirnya malam tadi saya bisa berdamai dengan keadaan sembari tersenyum lega dan dapat merelaksasikan tubuh ini dengan damai. begitulah, saya secara tiba-tiba mengidap insomnia; bulmia dan anxiety yang tidak pernah saya rencana dan inginkan. ini semua terkait dengan tingkah kau bang,… hehehhe…

”sugan sayah mah sesa waktu nu aya teh bakal ngobrol; nyeramahan sayah; flashback kejadian-kejadian nu geus lewat selama kurun waktu dua lebaran ieu; e pek teh . . . . . . .” hahahha… suwer.. I Like it finally! keren!!!

begitulah tingkah yang abang tunjukan; dia bilang:
“we are man not a boy anymore” dat’s simple. tapi gag sesimpel ituh ternyatah,… hahhaa.. I got it akhirnyah bang!

singkatnya; saya mendapat pelajaran terakhir dari beliau berupa satu kalimat mujarab yang setelah saya tahu subtansinya; saya cuma bisa bilang: KEREN! so; betapa pelajaran terakhir sangat #plakkkksss, hahhaha……….

nilai substansi yang bisa share disinih berkaitan dengan “pelajaran terakhir #plakkksss” adalah:

“hadapi sesuatu dengan biasa (pun dengan farewell), ungkapan berlebih dengan cara being melow kadang tidak harus dipakai; hahaha… karena melepas seseorang yang dekat dengan anda dengan cara mempertontonkan rasa kehilangan anda; tidak lantas menjadikannya bangga dan bahagia atau membatalkan rencananya; dia akan lebih bangga dan bahagia jika orang dekat yang ditinggalkan siap untuk bahagia dan sukses dengan atau tanpa kehadirannya karena sejatinya jarak bukan penyebab orang menjadi jauh; jarak hanya cover bukan substance

ikhlas dengan qodho dan qodarnya Allah; karena semua kejadian ini tidak terlepas dari skenario-Nya

ahhh,….

mungkin itu sedikit yang bisa saya share tentang tafsiran saya mengenai pelajaran terakhir #plakkss dari abang. dia tak ingin melihat saya sebagai sosok yang lemah; dia tak mau melihat saya sebagai sosok yang cengeng; dia ingin saya menjadi orang yang kuat; sanggup menghadapi segala kemungkinan dan tetap berpikir logis sekalipun dalam kondisi yang tidak menguntungkan.

akhirnya, lantunan Vitamin C dengan graduation (friens forever)nya menjadi epilog dari pelajaran-pelajaran yang selama ini ia beri;


And so we talked all night about the rest of our lives
Where we’re gonna be when we turn 25
I keep thinking times will never change
Keep on thinking things will always be the same
But when we leave this year we won’t be coming back
No more hanging out cause we’re on a different track
And if you got something that you need to say
You better say it right now cause you don’t have another day
Cause we’re moving on and we can’t slow down
These memories are playing like a film without sound
And I keep thinking of that night in June
I didn’t know much of love
But it came too soon
And there was me and you
And then we got real blue
Stay at home talking on the telephone
And we would get so excitedand we’d get so scared
Laughing at ourselves thinking life’s not fair
And this is how it feels

As we go on
We remember
All the times we
Had together
And as our lives change
From whatever
We will still be
Friends Forever

So if we get the big jobs
And we make the big money
When we look back now
Will our jokes still be funny?
Will we still remember everything we learned in school?
Still be trying to break every single rule
Will little brainy Bobby be the stockbroker man?
Can Heather find a job that won’t interfere with her tan?
I keep, keep thinking that it’s not goodbye
Keep on thinking it’s a time to fly
And this is how it feels

La, la, la, la:
Yeah, yeah, yeah
La, la, la, la:
We will still be friends forever

Will we think about tomorrow like we think about now?
Can we survive it out there?
Can we make it somehow?
I guess I thought that this would never end
And suddenly it’s like we’re women and men
Will the past be a shadow that will follow us ’round?
Will these memories fade when I leave this town
I keep, keep thinking that it’s not goodbye
Keep on thinking it’s a time to fly

ternyata November rain,…

Posted: 28 November 2011 in jurnal harian

benar-benar November hujan! berharap sweet november di bulan ini namun yang didapat malah november rain; rain dalam makna yang sebenarnya maupun dalam konteks yang lain; hujan hampir selalu turun disetiap hari seolah ingin mempertegas ‘hujan’ lainnya; perginya seorang kawan sahabat saudara sekaligus guru bagi saya sebagai kado menjelang tahun baru dikarenakan kehendak alam yang tak bisa ditolak.

kata-kata dalam rangkai kalimat disini mungkin tak serta merta menunjukan betapa berharganya orang tersebut dalam ‘karier’ berkehidupan saya; katakanlah (dulu) saya seorang yang memiliki nilai angka 1 dari mungkin puluhan angka; artinya saya sangat jauh dari kata mencukupi jika tak ingin disebut manusia yang gagal.

hmm,.. sebetulnya tulisan ini saya buat sebagai bentuk apresiasi saya terhadap beliau yang –saya benci mengatakannya– akan segera kembali mengikuti kehendak alam; bergerak dari satu tempat ketempat lainnya; bukan saya protes akan kehendak tuhan ini tetapi apakah tidak bisa; sedikit saja mengundurkan jadual kepergian orang tersebut? barang sebulan saja; karena rasanya menyedihkan bila menjadi saksi dari proses alamiah berkehidpuan ini; dimana ada pertemuan; disitu ada perpisahan . . . ingin rasanya mendahuli kehilangan ini tetapi nampaknya tuhan belum berkenan; allahumma ya Robb ‘semoga engkau mempermudah urusanku kelak’ . . .

akhir pekan kemarin menjadi sabtu dan minggu terakhir bersama beliau; bersama beberapa kawan lain; hari itu suasana pantai menjadi saksi pertemuan terakhir antara beliau; saya dan sedikit kawan yang bisa hadir; jangan bayangkan yang tidak-tidak; karena tidak ada tawa tangis disana; semua mematung dalam keheningan masing-masing; begitulah hidup,…

hidup itu dimulai ketika dengan raut muka yang sedikit lelah akibat perjalanan jauh; beliau duduk tenang didepan kantor sementara penghuni dua mobil lainnya sudah sibuk dengan audit yang dilakukan; beliau nampak masih dengan dunianya; tenang tanpa banyak cakap; akhirnya kawan-kawan satu kendaraannya beranjak pulang; sementara ia tetap disini; hingga tidak terasa dua lebaran ia lewati… sesuatu yang ia sendiri tidak menghendakinya,…

ia hanya ditugaskan menyelesaikan sesuatu yang memang harus diselesaikan sebagai amanat perusahaan namun nampaknya itu tidak seperti yang ia bayangkan; meski pekerjaan selesai; ia nampak masih berdiri tertegun disini dengan pertanyaan yang ia sendiri tidak tahu jawabnya ‘kenapa saya tidak lagi ditempatkan ditempat saya berasal?

akhirnya; hari ini 28/11/2011 dua menjelang hari terakhir ia akan kembali ke tempat dimana dia datang; tuhan seolah menjawab do’anya agar dikembalikan dan ditempatkan dekat dengan keluarga kecilnya; I thank God for that . . . Allah maha adil

sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan apa yang ditinggalkan disini; ingin rasanya saya mengucapkan banyak apresiasi dan terimakasih untuk hal-hal:
1. quantum ikhlas yang ia tanam
2. learning sabar yang ia ajarkan
3. confidence yang ia coba yakinkan
4. giving yang ia contohkan
5. positive thinking yang ia transfer; serta
6. tegas yang ia tunjukkan
semua itu mungkin sedikit dari banyak hal yang ia coba berikan; sungguh saya sangat amat bangga; bersyukur; dan berterimakasih atas kesempatan berkawan bersahabat bersaudara dengannya; tanpa campur tangan tuhan sang maha pengatur kehidupan; saya yakin ini tidak akan terwujud; alhamdulillah…

sebagai epilog saya hanya ingin mengutip sebuah kalimat tentang sebuah petuah bijak bahwa bersaudara tak harus lahir dari rahim yang sama; terimakasih untuk kawan sahabat dan saudara saya Arie Efrianto; dimanapun ditempatkan; semoga kebaikan kesehatan dan keberkahan selalu Allah curahkan;

salam takdzim saya,